Silakan Berkunjung

Sederhana, namun diharapkan penuh manfaat dan pelajaran. Itulah salah satu tujuan kami mendirikan Kerajaan Banjar Virtual ini, didasari kekhawatiran akan hilangnya budaya Banjar apabila tidak dipelihara, web ini dipersembahkan sebagai dokumentasi digital bagi karya tulis dan adat hidup sehari-hari urang Banjar. Semoga web ini bisa menjadi salah satu alat pelestarian Budaya Banjar melengkapi cara-cara pelestarian budaya Banjar yang kawan-kawan lain sudah lakukan sebelumnya.

Syair Sejarah Negara Dipa – 4 -

4

- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - -
Mangkubumi mangkat, diiringi tangis sedih seluruh keluarga dan pengikut setia. Mayat terbujur kaku, segera dikerjakan upacara pengebumiannya. Menurut adat saat itu apabila ada pembesar yang meninggal dunia diiringi dengan upacara besar-besaran. Pakaian dan uang beribu-ribu lembar banyaknya dibagikan sebagai tanda duka cita dan agar arwahnya diterima para dewa. Setelah berbagai macam adat kebesaran serta berpuluh bunga wewangian ditaburkan, keluarga Mangkubumi bersiap melaksanakan amanat suci, meninggalkan negeri Keling tercinta menuju tanah perjanjian di dalam amanat ayahanda tercinta.
- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - -

Cukup lama waktu agaknya Empu Jatmika harus memikirkan amanat ayahnya, sebab meninggalkan negeri kelahiran, meninggalkan semua yang sudah susah payah dibangun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tetapi amanat ayahanda harus dikerjakan demi mendapatkan kejayaan. Maka mulailah Empu Jatmika menyusun rencana dengan para keluarga dan hamba sahaya sekalian.
- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - -

Dari hari berganti bulan
Siang dan malam tidak terlupakan
Amanat almarhum ayahanda tuan
Yang harus segera dilaksanakan

Alangkah sedih pilu di badan
Empu Jatmika keluarganya sekalian
Negeri Keling tempat kelahiran
Harus segera mesti ditinggalkan

Di suatu hari di awal bulan
Empu Jatmika yang dipertuan
Minta menghadap Hulubalang sekalian
Hamba sahaya tidak ketinggalan

Sanak keluarga juga dikumpulkan
Semuanya hadir tiada yang ketinggalan
Datang menghadap dalam kerapatan
Mendengarkan apa yang harus diputuskan

Maka berkatalah Empu Jatmika
Kepada Hulu Balang Penganan Pengiwa
Arya Magatsari, Tumenggung Tatahjiwa
Wiramartas guru bahasa

- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – -
Pada masa itu Empu Jatmika memiliki para perwira dan bawahan yang sangat setia, diantaranya adalah Hulubalang andalan Arya Megatsari dan Tumenggung Tatahjiwa serta Wiramartas seorang jenius kepercayaan yang menguasai berbagai macam ilmu dan bahasa.
- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - -

(bersambung)

“Banganga Dahulu Hanyar Baucap”

Peribahasa Banjar :
“Banganga Dahulu Hanyar Baucap”

Banganga = membuka mulut
Dahulu = dulu
Hanyar = baru
Baucap = berbicara

Artian bebas dalam bahasa Indonesia:
“Buka mulut dulu baru berbicara”

Logika:
“sebelum berbicara maka kita harus membuka mulut agar kata-kata yang kita keluarkan bisa jelas terdengar dan maksud bisa tersampaikan”

Maksud peribahasa:
“berpikir dulu/pikirkanlah dulu, sebelum mengeluarkan kata-kata”

Peribahasa Banjar ini adalah salah satu ciri dan bukti kebijaksanaan Urang Banjar, biasanya orang tua memberikan nasihat kepada yang lebih muda dengan peribahasa ini, supaya jangan salah ucap sehingga membuat orang lain tersinggung atau membuat suasana jadi panas. Secara global bisa juga diartikan agar merencanakan sesuatu dulu sebelum melaksanakan perbuatan sehingga didapat hasil yang memuaskan.

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia

Candi Agung

Candi Agung adalah situs purbakala peninggalan Kerajaan Negaradipa yang masih tersisa. Kerajaan Negaradipa diyakini merupakan cikal bakal berdirinya Kerajaan Banjar. Candi Agung terdapat di kota Amuntai, ibukota Hulu Sungai Utara, Propinsi Kalimantan Selatan. Letaknya berada di pinggiran Kota Amuntai sebelah Barat Daya berjarak kurang lebih 1 kilometer.

Situs Candi Agung ini dikenal masyarakat Kalimantan Selatan sebagai sebuah tempat keramat bersejarah, bagi masyarakat wilayah Kerajaan Banjar situs ini merupakan kebanggaan turun temurun. Pada hari tertentu seperti hari raya selalu ramai dikunjungi orang sebagai tempat melepaskan hajat, bahkan bagi yang meyakini keturunannya berasal dari sana, cukup datang ke Candi Agung sebagai pengobatan sakit.

Pada tahun 1962 ketika Pemerintah Daerah Hulu Sungai Utara melakukan perluasan kota, disini ditemukan berbagai pecahan peninggalan benda-benda purbakala. Antaranya potongan kaki arca dari batu yang terlepas dari tubuhnya (buntung). Potongan kaki tersebut berukuran 35 x 15 cm. Disamping itu terdapat pula potongan relief Bunga Tunjung (Padma) yang berhiaskan motif Pucuk Rabung (tumpal), rantai besi yang berukuran besar, pecahan-pecahan perunggu dari arca dan lain-lain. Diperkirakan bahwa paling tidak dalam radius 300 meter dari pusat situs ini areal tanahnya mengandung pendaman benda-benda purbakala, peninggalan Kerajaan Negaradipa yang telah punah.

Pada tahun 1964 penggalian percobaan dan penelitian telah dilakukan oleh arkeolog Drs.Uka Chandrasasmita, penggalian ini dilakukan di bagian timur bukit Candi Agung, yang hanya di kedalaman 50 cm telah ditemukan beberapa pecahan bata dan genteng atap. Hal tersebut ditambah dengan data-data hasil penelitian terdahulu, akhirnya telah memperkuat kesimpulan bahwa situs ini patut digali untuk menyelamatkan nilai-nilai sejarah dan kepurbakalaannya.

Tahun 1967  melalui badan khusus yang diketuai Gubernur Kalsel Kol.H. Aberani Sulaiman, memulai proyek penggalian situs ini. Sementara Drs. Uka Chandrasasmita dan Suyono sebagai pemimpin penggalian. Penggalian resmi dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1967 dalam sebuah upacara tradisional sederhana. Selama proyek oleh para ahli telah dilakukan pemetaan, pematokan, pemotretan dan lain sebagainya di atas situs Candi Agung. Dari masyarakat umum pun datang respon yang sangat baik, ribuan orang datang melihat proses penggalian situs ini bahkan ada yang dari luar daerah setiap harinya.

Beberapa hasil positif dari penggalian tersebut, antara lain:
1) ditemukan pecahan genteng atap diantaranya masih utuh berukuran 30 x 16,5 x 1 cm, batu bata ukuran 38 x 20 x 10 cm, tiang-tiang kayu ulin, kepala Burung Enggang, pecahan perunggu, sisa-sisa emas perhiasan 18 karat, tempayan tanah liat, manik-manik.
2) ditemukan sebuah bekas bangunan berukuran 9,2 x 9,2 meter dengan batu pondasi masih terhampar, batu bata masih bersusun, sebuah pintu yang menghadap ke timur laut. Berdasarkan ilmu kepurbakalaan bangunan ini diyakini sebagai sebuah candi.

Pada tahun 1978 pemerintah pusat melalui Direktorat Sejarah dan Purbakala menetapkan situs Candi Agung salah satu objek peninggalan sejarah dan purbakala Kalimantan Selatan.

Demikian secara singkat sejarah situs purbakala Candi Agung peninggalan Kerajaan Negaradipa. Semoga dikemudian hari masih ada dilakukan penelitian lainnya oleh arkeolog asli banua.

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia !

Belajar Bahasa Banjar – 1 -

Banyak orang mau belajar bahasa Banjar, tentu saja kalau bisa yang praktis sebab belum ada lembaga pelatihan yang membuka kursus jurusan bahasa Banjar. Cara paling mudah belajar bahasa Banjar adalah langsung praktek dengan Urang Banjar, kalau belum ada kesempatan boleh lah  membaca di web ini sambil mengisi waktu luang anda bermain internet.

Kita mulai dengan bahasa yang akan Anda dengar sehari-hari.

Ulun = aku, saya, disampaikan dengan bahasa sopan kepada yang lebih tua atau seseorang yang baru kita kenal
Ikam = kamu, disampaikan kepada orang sepantaran atau lebih muda
Pian = kamu, disampaikan dengan bahasa sopan kepada yang lebih tua atau seseorang yang baru kita kenal
Nyawa = kamu,  disampaikan dalam bahasa pergaulan bagi yang seumur
Unda = saya, disampaikan dalam bahasa pergaulan bagi yang seumur

hadang = tunggu
kaina – kena = nanti
bujur = betul/benar
bungul = bodoh
kawa = bisa
hakun = mau

kada = tidak
indah = tidak

“gin” = tambahan penekanan pada kalimat, contoh “sudah gin lah” = “sudah ya”
“lah” = tambahan penekanan pada kalimat
“kah” = tambahan penekanan pada kalimat biasanya kalimat tanya, contoh “handak makan kah?”

sudah dulu gin lah, kaina kita sambung lagi belajarnya (sudah dulu ya, nanti kita sambung lagi belajarnya). Kita akan belajar bahasa sehari-hari saja, sebab saya juga kurang mengetahui istilah-istilah dalam belajar bahasa. Yang penting bagi Anda yang saat ini belum mengerti bahasa Banjar punya gambaran mengenai bahasa Banjar. (bersambung)

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia

Syair Sejarah Negara Dipa – 3 -

3

- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – -
Sebelum akhir masa hidupnya Saudagar Mangkubumi memberikan sebuah petunjuk bagaimana cara menemukan tanah idaman, tanah yang akan menjamin ketentraman berdirinya sebuah kerajaan, maju dalam perdagangan dan agar rakyat makmur sentosa.
- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – -  – -
Untuk menyatakan kehendak yang dalam
Galilah tanah itu di tengah malam
Ambil sekepal lalu digenggam
Semoga datang pertanda tenteram

Jika digenggam terasa panas
Harum baunya cukup keras
Itulah tanda rahmat datang dari atas
Makmur sentosa rakyat tidaklah cemas

Hendaklah anakda tinggal disana
Janganlah ragu mendirikan istana
Terhindar segala musuh dan bahaya
Perdagangan ramai makmur sentosa

Jika tanah harum baunya
Tetapi sangat dingin rasanya
Itulah tanda kurang kemakmurannya
Buruk dan baik seimbang adanya

Jika tanah berbau busuk
Tambah pula dingin terasa menusuk
Itulah tanda huru hara akibat buruk
Negeri bakal jatuh terpuruk

Pun pula segala derita
Kesukaran selalu tiada putus-putusnya
Janganlah suka tinggal disana
Buruklah nanti hidup anakda
- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – -
Akhirnya setelah berhasil menyampaikan maksud hati, pesan wasiat sakti penuh misteri, Saudagar Mangkubumi meninggalkan dunia dengan tanpa meninggalkan beban derita. Tertinggal keluarga besar, para pengikut setia yang bersedih duka, menangisi kepergian pemimpin tercinta.
- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – -
Sekalian yang hadir berduka cita
Tambah pula Empu Jatmika
Meratap menangis beriba-iba
Ditinggalkan ayahanda yang sangat tercinta

Empu Jatmika dan ibu Sitira
Empu Mandastana dan Lambung Mangkurat dua bersaudara
Pilu di dada tiada terkira
Ingat amanat paduka ayahanda

(bersambung)

Syair Sejarah Negara Dipa – 2 -

2

- – - – - – - – - – - – - – - – - – - -
Saudagar Mangkubumi sudah berumur tua dan tidak bisa melawan hukum alam, akhirnya jatuh sakitlah beliau. Dalam keadaan sakit ini beliau memanggil seluruh keluarga untuk mendengarkan wasiat yang kelak akan dilaksanakan oleh para penerusnya.
- – - – - – - – - – - – - – - – - – - -

Karena sudah keadaan
Sakitlah Mangkubumi yang dipertuan
Hamba sahaya semua bersedih menaruh kasihan
Kemudian semua sanak famili dikumpulkan

Saudagar Mangkubumi yang dipertuan
Sakitnya bertambah tidak tertahan
Selalu dijaga seluruh handai taulan
Dari hari berganti bulan

Setelah Mangkubumi merasa tidak kuat bertahan
Saatnya dunia yang  fana harus ditinggalkan
Nafas terengah air mata mengalir perlahan
Lemah tak berdaya sekujur badan

Empu Jatmika dan kedua putranya
Duduk bersimpuh bersama ibunya
Membelai mencium tangan ayahanda
Duduk terpekur membaca doa

Lalu berkata Mangkubumi tercinta
Meninggalkan amanat kepada anakda
Hadirin mendengar dengan hikmatnya
Diterimalah wasiat oleh anak cucunya

Adapun amanat yang ditinggalkannya
Kepada anaknya Empu Jatmika
Tersusun bunyi kata-katanya
Harus kerjakan diingat pula

Wahai anakku Empu Jatmika
Serta cucuku Empu Mandastana
Lambung Mangkurat duduk beserta
Sira Manguntur dan neneknya Sitira

Jika aku sudah tak ada lagi
Meninggalkan dunia yang fana ini
Pertama-tama jagalah diri
Martabat keluarga dijunjung tinggi

Kedua pula janganlah kikir
Bersikaplah adil tak boleh mungkir
Hormatilah pula setiap orang pakir
Setiap tindakan harus dipikir
- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – -
Mangkubumi merasa dia akan segera meninggalkan dunia fana, dengan kekuatan yang tersisa berwasiatlah dia dengan tiga wasiat yang salah satunya akan menentukan sejarah dari sebuah kerajaan besar di suatu tempat yang penuh dengan kekayaan alam.
- – - – - – - – - – - – - – - – -  – - – - – - – - -  -

Selain itu sebagai ketiga
Sesudah aku meninggalkan dunia
Hendaklah turut dan kerjakan segera
Pergilah anakda dari negeri kita

Sebabnya itu wahai anakku tersayang
Di negeri Keling negeri kita sekarang
Banyaklah orang sebagai penghalang
Yang iri dengki selalu datang

Karena aku wahai anakda
Adalah orang yang kaya raya
Arif pula dan bijaksana
Lembaga adat dan tata kerama

Itulah sebabnya dengarkan petuahku
Memberi amanat kepada anakku
Tinggalkan negeri cari yang baru
Tandanya bertanah panas harum berbau

(bersambung)

Syarat jadi Urang Banjar itu adalah . . .

Menurut bubuhan pengurus kerajaanbanjar.com yang dimaksud atau yang termasuk sebagai Urang Banjar itu adalah :

Syarat 1 :
“Orang yang lahir di wilayah kekuasaan Kerajaan Banjar”

Syarat 2 :
“Orang yang bisa berbahasa Banjar dan mempraktekkan bahasa Banjar dalam setiap kesempatan yang ada”

Syarat 3 :
“Orang yang mempunyai pengetahuan tentang Budaya Banjar termasuk salah satunya sejarah Banjar, adat istiadat Banjar, kesenian Banjar, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan Budaya Banjar dan mempraktekkan Budaya Banjar dalam setiap kesempatan yang ada”

Syarat 4 :
“Orang yang  terbukti berusaha kuat melalui karya nyata dalam melestarikan Budaya Banjar”

Syarat tambahan 1 :
“Orang yang merupakan keturunan Urang Banjar baik itu ayahnya Urang Banjar, ibunya Urang Banjar, kakeknya Urang Banjar, neneknya Urang Banjar, atau keduanya dari kakek dan nenek, keduanya dari ayah dan ibu Urang Banjar yang berada di daerah mana saja”

Syarat tambahan 2:
“Orang yang berdomisili di wilayah Kerajaan Banjar”

Aturan penerapan syarat ini :
1) Syarat 1 mutlak tapi bisa gugur apabila tidak diikuti salah satu syarat yang lain.
2) Syarat 2 harus diikuti salah satu syarat yang lain
3) Syarat 3 harus diikuti salah satu syarat yang lain
4) Syarat 4 mutlak
5) Syarat tambahan 1 harus diikuti salah satu syarat yang lain
6) Syarat tambahan 2 harus diikuti salah satu syarat yang lain

Ada lagi kah syarat yang lain ? kami masih memikirkan jua tapi 4 syarat + 2 syarat tambahan diambah aturan penerapan syarat di atas sudah cukup bagi kerajaanbanjar.com untuk mengakui orang sebagai Urang Banjar.

contoh kasus:
Orang kelahiran Jawa, berdomisili di Banjarmasin sekian tahun, lancar berbahasa Banjar dan sehari-hari sering menggunakannya, menghormati Budaya Banjar dan bisa serta paham dalam prakteknya terutama adat istiadat yang umum dipakai, MAKA berdasarkan “Syarat 2″ dan “Syarat 3″ dan “Syarat tambahan 2″ yang terpenuhi orang tersebut berhak memanggil dirinya sebagai Urang Banjar. (Aturan penerapan syarat (2) (3) (6) ) Selamat !

contoh kasus:
Orang kelahiran Banjarmasin, jarang dan malas memakai bahasa Banjar dalam percakapan sehari-hari lebih suka pakai bahasa “elo dan gue”, tidak mau tahu tentang kesenian Banjar sebab ingin dianggap anak gaul dan modern, MAKA berdasarkan “Aturan penerapan syarat (1)” orang tersebut tidak pantas menyandang sebutan Urang Banjar. MAMBARI SUPAN BANUA HAJA !

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia

Syair Sejarah Negara Dipa – 1 -

Kalau kita membicarakan sejarah Kerajaan Banjar maka tidak bisa dilepaskan dari cerita cikal bakal Kerajaan Banjar tersebut. Cerita ini sudah lama tersebar dan dijadikan gambaran akan asal mulanya kerajaan yang ada di Kalimantan Selatan ini.

Syair Sejarah Kerajaan Negara Dipa ini kami kutip dari buku terbitan Pemprov Kalsel melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2009, yang penyusunannya diketuai oleh Drs. H. Syarifuddin R.

Kutipan syair berbentuk empat baris, kata-kata dikutip seperti aslinya sedangkan penjelasan-penjelasan yang menyertai merupakan tambahan dari kami untuk menambah rasa imajinasi dari syair tersebut.

1

Bermula kalam kami tuliskan
Segenap pikiran dicurahkan
Untuk menyusun syair kesejarahan
Merangkai kejadian secara berurutan

Adapun nama syair yang dituliskan
Kerajaan Negaradipa di Kalimantan Selatan
Sebagai bahan pengetahuan
Untuk Saudara, Kawan sekalian

Walaupun bukti sejarah Kalimantan Selatan
Tidak berupa benda bertuliskan
Namun bekas kerajaan dapat dibuktikan
Menurut penelitian para sejarawan

Bekas kerajaan yang dapat disebutkan
Seperti Candi Agung bukti peninggalan
Letaknya di Amuntai sudah dipastikan
Pemugarannya pun sudah dilakukan
————————————————————

Tersebutlah kisah mengenai sebuah keluarga saudagar besar dari negeri Keling, saudagar ini bernama Mangkubumi. Sebagai seorang saudagar yang besar, Mangkubumi terkenal bijaksana dan bagian dari keluarga kerajaan. Mangkubumi mempunyai seorang putra bernama Empu Jatmika, seorang pemuda yang gagah dan tampan. Setelah dewasa Empu Jatmika dikawinkan dengan Sira Manguntur, mereka berdua beroleh keturunan bernama Empu Mandastana dan Lambung Mangkurat.
————————————————————

Mangkubumi saudagar kaya
Kerabat raja yang bijaksana
Berputra seorang elok rupanya
Empu Jatmika konon namanya

Empu Jatmika terus bertambah usianya
Hingga dewasa menjadi cendikia
Dikawinkan dengan Sira Manguntur namanya
Putri cantik pandai bertutur kata

Empu Mandastana dan Lambung Mangkurat
Kakak beradik tampan gagah muda belia
Itulah namanya putra Empu Jatmika
Sama elok sama tampan sama pandainya

(bersambung)

DAULAT TUAN KU !

Alhamdulillah ada satu lagi gerakan nyata dalam melestarikan kebudayaan Banjar, yaitu lahirnya Lembaga Adat dan Kekerabatan Kesultanan Banjar. Dengan langkah yang jelas dalam pelestarian budaya Banjar, mengangkat harkat dan martabat Urang Banjar terutama di kalangan Urang Banjar sendiri.

LAKKB ini adalah wadah yang nantinya diharapkan menghidupkan kembali budaya Kesultanan Banjar, sebuah tata cara hidup Urang Banjar yang sudah mulai tenggelam ditelan sifat lupa generasi penerus Banjar terhadap budayanya sendiri.

Karena itu sudah seharusnya kami dari pengurus situs kerajaanbanjar.com memberikan penghargaan dan dukungan penuh atas niat baik dan upaya yang akan dilakoni bersama-sama pelestari Budaya Banjar.

LAKKB melahirkan keputusan untuk mengangkat seorang Pangeran untuk  menjadi Raja Muda dari kekerabatan bubuhan Pagustian.  Pangeran yang nantinya akan berfungsi sebagai pengatur strategi, panutan, dan kepala gawi dari seluruh upaya menghidupkan kembali budaya Kesultanan Banjar.

Pangeran Khairul Saleh

Menurut Kanda Taufik Arbain, salah satu pilar tambahan untuk pelestarian Budaya Banjar adalah adanya sebuah bentuk fisik dari Keraton – Istana, yang dari bentuk fisik inilah diharapkan meluncurnya seluruh upaya pelestarian budaya yang akan dikenal oleh Urang Banjar dan orang luar Banjar dimana saja.

Mudah-mudahan LAKKB ini bisa ulun tulis di kesempatan berikutnya (mudahan diberi kesempatan lebih mengenal)  sebagai bentuk dukungan dari visi dan misi LAKKB yang ada ulun baca.

Untuk Ayahanda Pangeran Khairul Saleh, penghargaan dan dukungan gasan pian nang sudah hakun membuka jalan pelestarian budaya Kesultanan Banjar, dan seandainya hari ini Istana Kesultanan Banjar jadi berdiri, ulun handak mahadap sambil menghormat “DAULAT  TUAN  KU ! ”

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia.

Bakiauan

Sekali lagi kita bakiauan, basaruan, ayu lakas ramiakan situs kita ngini jangan sampai kita kada tahu manahu lawan budaya saurang

Dalam Pembangunan

Kerajaan Banjar Virtual dalam pembangunan…hanyar manajak pondasi wal ai…hadang lah. Mudah-mudahan kada lawas lagi kerajaan kita ini bisa difungsikan dengan lebih lengkap mengenai seluruh aspek dalam kebudayaan Banjar.